Ekonomiwae's blog

Juli 2010, Bank Indonesia selaku Bank sentral republik Indonesia mewancanakan akan melakukan redenominasi terhadap mata uang Indonesia, yaitu rupiah. Alasannya dikatakan bahwa nilai uang rupiah di mata luar negeri sangat rendah dan jumlah nominal uang indonesia terbesar kedua sedunia setelah vietnam yang jumlah nominal terbesarnya adalah 500.000..
Sebenarnya apa arti dan maksud dari redenominasi apa sama dengan sanering??? ternyata berbeda..
redenominasi adalah penyederhanaan sebutan nilai uang atau mata uang dan tidak mempengaruhi nilai intrinsik dari uang tersebut hanya nilai entrinsiknya yang sedikit berubah.,sedangkan sanering adalh pemotongan nilai uang, maksudnya uang yang Rp 1000 hanya akan dianggap Rp 100 atu bahkan hanya Rp 500.
Apakah akan mempenharuhi perekonomian? secara teori memang tidak mempengaruhi karena harga dan uang hanya akan dihilangkan tiga angka nol dibelakangnya, namun secara psikologi, dibutuhkan proses sosialisasi yang tepat dan cepat serta konsisten agar wancana ini dapat berhasil.,
redenominasi yang direncanakan BI kepada pemerintah melihat jejak beberapa negara yang berhasil melakukannya seperti brazil dan turki. Namun jika diterapkan di indonesia yang penuh dengan kasus korupsi dan mentalnya pun terlalu bagus sehingga tindak kriminla sangat banyak,apa yang akan terjadi?
Redenominasi memang tidak akan terpengaruh ke dalam pasar, namun dibutuhkan proses revitalisasi terhadap semua sistem keuangan baik perbankan maupun perusahaan karena tiga angka nol hrus dihilangkan.
Pertanyaan muncul kembali ketika BI mengeluarkan uang pecaha Rp 10.000 yang baru dengan uang koin Rp 1000, apa tujuannya? jika akan direncanakan redenominasi kenapa harus mengeluarkan uang baru? bukankah itu tidak efisien dan membutuhkan dana yang relatif besar untuk membuatnya?
berusaha efisien namun menginefisiensikan progrm yang lain.
butuh atau tidakkah Indonesia melakukan redenominasi?
iya jika program tersebut didukung oleh semua stakeholder dengan konsisten yang penuh,, tidak jika hanya sekedar wacana dan hanya setengah hati melakukannya.

Analisis SWOT merupakan salah satu analisis tentang factor internal dan eksternal pada saat ini secara deskriftif agar dapat menghadapi semua tantangan dan ancaman di masa yang akan datang serta dapat mempersiapkan diri untuk menyesuaikan perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi pencapaian harapan dan keinginan.
Tujuan yang diharapakan dapat terwujud selama sekira 2 tahun adalah kesejahteraan dan kemudahan dalam mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. lulus kuliah dengan nilai cumloud adalah suatu keharusan dan menjadi salah satu pendukung untuk mendapatkan kemudahan dalam mencari pekerjaan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menganalisis diri sendiri dengan menggunakan Analisis SWOT setelah itu baru dicari strategi yang harus di implementasikan.
Komponen Analisis SWOT terhadap diri sendiri :

S = Strenght, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi, atau sebuah program saat ini yang bisa berpengaruh positif di masa yang akan datang.
Kekuatan yang dimiliki sekarang :
1)Kemampuan Akuntansi dan Komputer Akuntansi yang baik
2)Bertanggung jawab pada diri sendiri
3)Konservatif dan hemat khusunya dalam keuangan
4)Senang membaca dan mendengarkan
5)Mudah bersosialisasi atau hubungan baik dengan teman.
6)Berkomitmen pada ucapan
7)Telaten atau pantang menyerah jika terjadi kesulitan
8)IPK > 3,50
9)Berpenampilan cukup menarik

W = Weakness, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi, atau sebuah program saat ini yang bisa berpengaruh negative di masa yang akan datang.
Kelemahan yang dimiliki sekarang :
1)Kurang peduli kepada lingkungan
2)Lemah dalam bahasa Inggris
3)Kurang percaya diri jika bicara di depan umum
4)Susah mengambil keputusan dengan cepat
5)Dukungan keuangan kurang baik
6)Ceroboh karena sering tidak sabaran
7)Lebih mementingkan diri sendiri
8)Susah mengingat nama seseorang
9)Cara bicara yang kurang dmudah dimengerti dan tidak beraturan

O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan memberikan peluang berkembang dimasa depan.
Kesempatan atau peluang yang ada diantaranya :
1)Peraturan tentang penggunana Sistem Akuntansi di semua lembaga
2)Pemberlakuakan IFRS di semua lembaga
3)Pencanangan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
4)Perubahan peraturan perpajakan khususnya tentang pajak penghasilan
5)Rekruitmen PNS setiap tahun
6)Pencanangan PNPM mandiri
7)Perluasan sector Perbankan
8)Perkembangan teknologi baru
9)Pemberlakukan ACFTA

T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman atau hambatan yang datang dari luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan dapat mengancam eksistensi dimasa depan.
Ancaman atau hambatan yang ada diantaranya :
1)Tenaga kerja yang berpengalaman
2)Lulusan Perguruan Tinggi yang bonafit
3)Meningkatnya persaingan diantara lulusan sarjana
4)Merebaknya KKN di semua bidang
5)Tenaga kerja yang kompeten
6)IPK > 3,00
7)Perusahaan Padat Modal
8)Kuota PNS, tapi lebih mengutamakan tenaga kerja honorer
9)Tuntutan segera menikah

Strategi SO
1)Mengikuti semua perkembangan akuntansi nasional dan internasional agar bisa membuka jasa konsultan akuntansi atau perpajakan dengan lebih dahulu mengambil pendidikan profesi akuntan.
2)Memulai untuk berwiraswasta berbasis IT dengan mengutamakan kualitas dan pelayanan
3)Belajar berlatih prikotest agar bisa lulus jadi PNS
4)Lebih banyak bersosialisasi agar bisa menjadi fasilitator dari salah satu program pemerintah.

Strategi WO
1)Perbanyak belajar menggunakan Bhs. Inggris mulai saat ini
2)Membuat pencatatan sederhana tentang kegiatan sehari-hari
3)Perbanyak Puasa sunah untuk mengontrol emosi
4)Menabung untuk tambahan modal usaha jika akan berwirausaha

Strategi ST
1)Perbanyak jaringan atau relasi dengan meningkatkan silaturahmi untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.
2)Mempertahankan IPK sebagai salah satu syarat lulus test administrasi
3)Mencari kerja Free line sebagai tambahan pengalaman kerja.
4)Memperdalam kompetensi dengan terus belajar.

Strategi WT
1)Mengikuti kegiatan BLK (Balai latihan kerja)
2)Mengikuti organisasi intra dan ekstra kampus untuk melatih percaya diri.
3)Mulai untuk lebih rapi dalam segala hal termasuk cara bicara
4)Disiplin terhadap waktu.

Sudah banyak yang berbicara tentang analisis SWOT. Swot itu akronim dari Strength, Weakness,Opportunity, Threat. dalam analisis ini kita dihadapkan untuk menilai diri kita sendiri pada saat ini. Bagaimana kekuatan dan kelemahan kita pada sat ini dan bagaimana dengan peluang dan ancamannya. Memang sangat mudah jika kita melihat kondisi orang lain, tapi akan sangat susah jika kita menilai diri kita sendiri.

1.1. Latar Belakang
Setiap perusahaan mempunyai berbagai kegiatan usaha seperti kegiatan utama atau operasional perusahaan dan kegiatan yang diluar operasionalnya. Perusahaan harus mengelola kegiatan tersebut dengan baik agar tidak menghambat kegiatan yang lain.
Salah satu kegiatan operasional perusahaan adalah penjualan barang dan jasa, baik yang dilakukan secara tunai atau kredit yang sesuai dengan perjanjian. Perjanjian jual beli lahir dan mengikat setelah ada kata sepakat mengenai harga dan barang walaupun belum dilakukan penyerahan barang dan pembayaran harga. Jika dilakukan secara tunai maka perusahaan tersebut akan langsung menikmati keuntungannya tetapi jika dilakukan secara kredit maka perusahaan tersebut akan mempunyai piutang atau tagihan yang harus menggunakan manajemen yang baik secara efektif dan efisien agar piutang tersebut dapat ditagih sesuai dengan harapan.
Pengelolaan piutang perusahaan harus dilakukan dengan baik karena piutang tersebut merupakan sumber pendapatan perusahaan yang tertunda dan merupakan hal yang sangat sensitive untuk dibicarakan karena sebagian besar dana perusahaan dialokasikan dalam bentuk piutang dan pengelolaan yang baik dapat memberikan kesan yang positif terhadap perusahaan dalam kualitas manajemennya..
Ketika terjadi kemacetan dalam penagihan Piutang dagang, perusahaan akan mengalami kerugian yang besar karena terganggunya perputaran barang dan perputaran keuangan. Dan apa yang harus dilakukan ketika penjual tersebut sedang membutuhkan uang atau membutuhkan perputaran modal yang cepat untuk perputaran selanjutnya. Salah satu solusinya adalah dengan menjual piutang yang ada kepada pihak lain. Sehingga Bank, Lembaga keuangan non Bank, dan perusahaan pembiayaan yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi memberikan jasa anjak piutang yang bertujuan untuk memperlancar kegiatan penyelesaian utang-piutang dan membantu perusahaan dalam mengelola penjualan secara kreditnya agar baik dan teratur.
Kegiatan Anjak Piutang atau Factoring tersebut juga diperkuat dengan berbagai macam peraturan seperti Peraturan Menteri Keuangan dan Undang-Undang Perbankan karena adanya hubungan hukum yang berubah yaitu orang lain yang membeli piutang tersebut menggantikan kedudukan si penjual dimana ia berhak untuk menuntut pembayaran dari si pembeli atau konsumen.

1.2. Masalah
Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam peraturan tentang anjak piutang yang merupakan salah satu sumber modal bagi perusahaan, tapi masih banyak yang belum memanfaatkannya dengan baik. Buktinya Usaha kecil takut menggunakan anjak piutang karena harus dibebani komisi 25% s.d. 30% per tahun ditambah lagi dengan biaya tagih.
Selain faktor diatas, sangat banyak yang belum memahami makna atau arti dari anjak piutang tersebut. Kegiatannya pun masih sedikit yang mengetahui dengan pasti. Ada yang beranggapan bahwa anjak piutang sama dengan pinjaman dari bank padahal hal tersebut sangat berbeda.
Sedikitnya informasi tentang anjak piutang yang beredar di masyarakat yang menyebabkan usaha kecil enggan menggunakan jasa anjak piutang juga adanya ketakutan di teror oleh perusahaan anjak piutang jika nasabah atau debitur tidak membayar utangnya tepat waktu atau malah debitur itu bangkrut.
Berbedanya prinsip dalam pengelolaan Bank yang berkonsep konvensional dan syariah juga berpengaruh terhadap anggapan kegiatan anjak piutang. Dalam prinsip syariah, anjak piutang disebut Hawalah atau take over. Hawalah ini mempunyai kegiatan yang memang hampir sama dengan anjak piutang tapi bisa digabungkan dengan pinjaman untuk usaha.
Atas dasar itulah kami mencari makna dari anjak piutang agar kami bisa mengetahui makna sebenarnya dari anjak piutang serta kami dapat memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan jasa anjak piutang.

2.1. Pengertian Anjak Piutang (Factoring)
Anjak Piutang atau disebut juga Factoring apabila dilihat secara leksikal terdiri dari dua kata yaitu anjak dan Piutang. Anjak artinya berpindah atau bergerak sedangkan Piutang artinya uang yang dipinjamkan (yang dapat ditagih dari seseorang), tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan. Sehingga secara leksikal anjak piutang artinya adalah berpindahnya piutang. Sehingga perjanjian anjak piutang adalah perjanjian yang mendasari perpindahan tagihan sejumlah piutang kepada pihak lain.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.012/2006 Tentang Perusahaan Pembiayaan pasal 1 (e) bahwa Anjak Piutang (Factoring) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut. Sedangkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 Tentang Lembaga Pembiayaan pasal 1 dan Keputusan Menteri Keuangan No.1251 Tahun 1988 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan bahwa perusahaan Anjak Piutang adalah Badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dan transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.
Menurut Kasmir,S.E.,M.M. dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya menyatakan bahwa Perusahaan Anjak Piutang atau Factoring adalah perusahaan yang kegiatannya adalah melakukan penagihan atau pembelian, atau pengambilalihan atau pengelolaan utang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan.
Dari keseluruhan pengertian diatas, sangatlah jelas bahwa perusahaan anjak piutang merupakan perusahaan yang membantu dalam mengelola masalah utang piutang, baik pengambilalihan atau pembelian piutang yang bertujuan memperlancar kegiatan perusahaan dan menghindari kredit macet agar perusahaan yang mempunyai masalah utang piutang dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik dan lancar. Perusahaan anjak piutang tersebut juga akan mendapatkan diskon atau fee tertentu dari perusahaan yang mempunyai masalah utang piutang.
Anjak piutang meskipun merupakan termasuk kedalam pembiayaan mempunyai perbedaan dengan pinjaman bank. Perbedaan tersebut yaitu :
Penekanan anjak piutang adalah pada nilai piutang, bukan kelayakan kredit perusahaan.
Anjak piutang bukanlah suatu pinjaman, melainkan pembelian suatu asset (Piutang).
Pinjaman bank melibatkan dua pihak, sedangkan anjak piutang melibatkan tiga pihak yaitu penjual, debitur, dan pihak yang membiayai (factor).
Dalam Perbankan Syariah, Anjak Piutang ini dikenal dengan nama Hawalah (take over). Mempunyai pengertian yang sama yaitu pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menaggungnya. Perbedaannya hanyalah siapa yang meminta pemindahan utang-piutang. Tapi yang biasa terjadi di Bank Syariah Mandiri Kuningan adalah pihak debiturlah yang meminta kepada perusahaan anjak piutang untuk menutupi utangnya disebuah perusahaan tertentu dengan ditambah dengan pinjaman dana untuk usaha.

2.2. Kegiatan Anjak Piutang
Berdasarkan Peraturan Menteri keuangan Nomor 84/PMK.012/2006 Tentang Perusahaan Pembiayaan pasal 4 bahwa (1) Kegiatan Anjak Piutang dilakukan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut. (2) Kegiatan anjak piutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam bentuk anjak piutang tanpa jaminan dari penjual piutang (Without Recourse) dan Anjak piutang dengan jaminan dari penjual piutang(With Recourse).
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa kegiatan perusahaan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri dan penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang klien. Kegiatan anjak piutang dapat dilakukan oleh Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Perusahaan Pembiayaan berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi.
Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.1251 Tahun 1988 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan, kegiatan anjak piutang terdiri dari :
1) Pengambilalihan tagihan suatu perusahaan dengan fee tertentu.
2) Pembelian piutang perusahaan dalam suatu transaksi perdagangan dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan.
3) Mengelola usaha penjualan kredit suatu perusahaan, artinya perusahaan anjakn piutang dapat mengelola kegiatan administrasi kredit suatu perusahaan sesuai kesepakatan.
Kegiatan diatas dapat dilakukan oleh perusahaan anjak piutang dengan terlebih dahulu melakukan perjanjian anjak piutang. Perjanjian Anjak Piutang ini terdiri dari tiga serangkaian hukum yaitu Subyek Hukum, Obyek hukum, dan Hubungan hukum atau peristiwa hukum. Subyek Hukum, adalah penjual, pembeli, dan perusahaan anjak piutang. Namun penamaan tersebut dirubah disesuaikan dengan hakikat anjak piutang. Perusahaan anjak piutang dikenal sebagai Factor, yaitu badan usaha yang menawarkan anjak piutang. Klien adalah pihak yang menggunakan jasa dari anjak piutang, yaitu penjual atau supplier. Nasabah atau konsumen merupakan pihak yang mengadakan transaksi dengan klien. Obyek Hukum, merupakan piutang itu sendiri, baik dijual atau dialihkan atau di urus oleh pihak lain. Peristiwa Hukum, merupakan perjanjian anjak piutang, yaitu perjanjian antara perusahaan anjak piutang dengan klien.
Cara peralihan piutang yang dikenal dengan nama levering harus melihat bentuk dari bendanya yang akan dialihkan, apakah benda tersebut merupakan benda bergerak atau benda tidak bergerak. Karena piutang tersebut timbul dari perdagangan sehingga pengalihan anjak piutang dilakukan dengan akta dan pemberitahuan dan pengakuan.
Perusahaan anjak piutang agar dapat melakukan kegiatan operasionalnya juga harus mendapatkan keuntungan. Keuntungan tersebut diperoleh dari berbagai biaya yang dikenakan terhadap klien yang dapat menutupi seluruh kegiatan operasional perusahaan anjak piutang. Tapi sebelum perusahaan anjak piutang menerima pembelian piutang dari klien, factor harus mempertimbangkan juga risiko kerugian tagihan yang tidak dapat terbayar oleh debitur yang biasanya ditetapkan dengan biaya penagihan atau komisi yang tinggi untuk piutang yang cukup bermasalah.
Keuntungan yang diperoleh dari biaya yang dibebankan kepada kliennya terdiri dari :
Jasa Penagihan (Service Charge), biaya yang dibebankan oleh perusahaan anjak piutang kepada kliennya yang dikenal dengan fee dan besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu berdasarkan kesepakatan dengan berbagai pertimbangan seperti tingkat kesulitan atau jumlah piutang yang ditagihkan.
Biaya Administrasi, biaya yang diterima oleh perusahaan anjak piutang setelah melakukan pengelolaan terhadap penjualan kredit klien dan besarnya pun tergantung dari kesepakatan yang dibuat bersama.
Imbalan yang diterima oleh perusahaan anjak piutang, baik berupa service charge, provisi, dan diskon, akan dicatat secara akrual sehingga pada saat penandatanganan perjanjian akan diakui pajak terutang. Dasar pengenaan pajak atas penyerahan jasa anjak piutang adalah 5% dari jumlah imbalan yang diterima dan Pajak Masukan yang berhubungan dengan kegiatan anjak piutang tidak dapat dikreditkan.
Keuntungan yang diterima oleh perusahaan anjak piutang diperoleh dari jasa yang diberikan kepada klien berupa :
Jasa Pembiayaan (Financing service), Perusahaan anjak piutang melakukan pembayaran dimuka (prefinancing) kepada klien yang besarnya tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Kontrak dibuat dengan with recourse atau dengan without recourse. Besarnya pembiayaan dilakukan sekira 60% sampai 80% dari total piutang setelah dilakukan kontrak dan penyerahan bukti-bukti penjualan.
Jasa non pembiayaan (non financing service), perusahaan anjak piutang memberikan jasa pengelolaan administrasi kredit yang terdiri dari :
- Analisis kelayakan suatu kredit.
- Melakukan administrasi kredit.
- Pengawasan terhadap kredit termasuk pengendaliannya.
- Perlindungan terhadap suatu risiko kredit.
Kegiatan anjak piutang ini pada kenyataannya hanya dirasakan cukup bermanfaat bagi perusahaa yang berskala besar, bagi usaha kecil atau UMK umumnya takut memanfaatkan pembiayaan anjak piutang karena biayanya mencekik dan khawatir diteror bank jika pencairan dana dari nasabah tidak tepat waktu. Selain itu UMK juga enggan mendapatkan uang tunai dengan menjaminkan resi tagihan karena belum mengertinya tentang anjak piutang dan adanya persepsi jika menggunakan anjak piutang akan diteror penagih jka pencairan resi mandek dan mundur atau nasabah bangkrut.
Para perusahaan anjak piutang membebankan resi tagihan kepada klien dengan skema with recourse karena adanya faktur penagihan fiktif, atau pemasok diam-diam telah menerima pembayaran dari nasabah padahal resi tagihan sudah dianjak-piutangkan pada lembaga keuangan. Karena pencairan resi bermasalah maka para pemasok akan dikenai komisi anjak piutang 25% s.d. 30% per tahun serta ditambah service charge untuk jasa penagihan dan biaya administrasi.

2.3. Pihak yang terkait dan Fasilitas yang diberikan
Dalam kegiatan anjak piutang terdapat tiga pihak yang terkait yaitu :
Kreditur atau klien, merupakan perusahaan yang menjual piutang dagang jangka pendek kepada perusahaan pembiayaan seperti menyerahkan tagihannya untuk ditagih atau dikelola atau diambil alih dengan cara dikelola atau dibeli sesuai perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat.
Perusahaan anjak piutang atau factoring, merupakan perusahaan yang akan mengambil alih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debiturnya.
Debitur atau nasabah, merupakan pihak yang mempunyai masalah (utang) kepada kreditur atau klien.
Transaksi anjak piutang yang terjadi diantara ketiga pihak diatas dimulai dari adanya transaksi penjualan produk antara klien dengan nasabah secara kredit yang menimbulkan adanya utang-piutang diantara kedua belah pihak. Karena klien membutuhkan perputaran uang yang cepat sehingga piutang atau tagihan tersebut dapat dijual sebagian atau seluruhnya dengan potongan atau diskon kepada pihak ketiga atau perusahaan anjak piutang sehingga debitur akan membayar langsung ke perusahaan anjak piutang dengan jumlah penuh sesuai dengan nilai tagihan.
a. Terjadi transaksi penjualan secara kredit antara penjual dengan pembeli
b. Ketika penjual sedang membutuhkan uang atau masalah lain yang berhubungan dengan tagihannya, maka penjual menyerahkan persoalaan tersebut kepada perusahaan anjak piutang baik dengan cara memberitahukan kepada debitur maupun tidak.
c. Perusahaan anjak piutang melakukan penagihan kepada debitur sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan kreditur.
d. Perusahaan anjak piutang membayar sesuai tanggu jawabnya kepada kreditur sesudah semua persoalan utang-piutang diselesaikan.
Pihak-pihak yang terkait dengan anjak piutang mempunyai berbagai macam keuntungan diantaranya :
Bagi Perusahaan Anjak Piutang
- Memperoleh keuntungan berupa fee dan biaya administrasi/
- Membantu menyelesaikan pertikaian diantara kreditur dan debitur.
- Membantu menajemen pihak kreditur dalam menyelenggarakan kredit.
Bagi Kreditur (Klien)
- Mengurangi risiko kerugian tak tertagihnya piutang.
- Memperbaiki sistem administrasi yang kurang baik.
- Mmemperlancar kegiatan usaha.
- Kreditur dapat lebih berkonsentrasi keusaha lain.
Bagi Debitur
- Memberikan motivasi untuk segera membayar utang secepatnya.
Fasilitas–fasilitas yang dapat diberikan perusahaan anjak piutang dalam melakukan kegiatannya dalam pemberian jasa kepada kliennya dapat dilihat dari berbagai kriteria, diantaranya :
Berdasarkan Pemberitahuan.
a. Disclosed, yaitu fasilitas penagihan piutang dengan sepengetahuan debitur. Maksudnya kreditur memberitahukan dulu bahwa hak penagihan telah dipindahtangankan kepada perusahaan anjak piutang.
b. Undisclosed, yaitu fasilitas penagihan piutang tanpa sepengetahuan debitur.
Berdasarkan Tanggung Jawab.
a. With recourse, yaitu penanggungan risiko kredit oleh klien jika debitur tidak mampu untuk melunasi segala kewajibannya dan perusahaan anjak piutang akan mengembalikan tanggung jawab penagihannya.
b. Without recourse, yaitu penanggungan risiko kredit oleh perusahaan anjak piutang sepenuhnya.
Berdasarkan pelanggan.
a. Full service factoring, yaitu pemberian semua jenis jasa anjak piutang baik dalam jasa pembiayaan maupun jasa non pembiayaan oleh perusahaan anjak piutang, termasuk fasilitas untuk menanggung risiko terhadap kredit yang macet.
b. Resouce factoring, yaitu pemberian hampir semua jasa anjak piutang kecuali proteksi terhadap risiko kredit yang tidak terbayar tagihannya. Dalam hal ini risiko kredit tetap pada pihak kreditur.
c. Bulk factoring, yaitu pemberian jasa hanya berupa fasilitas jasa pembiayaan dan pemberitahuan jatuh tempo pada debitur.
d. Maturity factoring, yaitu pemberian jasa dalam bentuk perlindungan kredit yang meliputi pengurusan atas penjualan, penagihan dari debitur, dan perlindungan atas piutang tanpa adanya jasa pembiayaan.
e. Invoice discounting, Yaitu pemberian jasahanya dalam bentuk jasa pembiayaan.
f. Undisclosed factoring, Pemberian jasa dalam bentuk proteksi terhadap kemacetan pelunasan piutang sampai dengan persentase tertentu dari jumlah faktur yang telah disetujui.
g. Advance payment, yaitu pengalihan piutang dimana pembayarannya dilakukan pada saat jatuh tempo dan besarnya sekira 80% dari nilai faktur.
Berdasarkan wilayah.
a. Domestic Factoring, yaitu perusahaan anjak piutang yang hanya beroperasi di wilayah Indonesia.
b. International Factoring, yaitu perusahaan anjak piutang yang kegiatannya dapat dilakukan antar negara seperti pembiayaan fasilitas ekpor dan impor.
Kegiatan anjak piutang dilakukan sesuai dengan perjanjian yang didalamnya terdapat berbagai macam fasilitas yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang kepada kliennya. Pengambilalihan piutang juga biasanya menggunakan skema with recourse karena kurang percayanya perusahaan anjak piutang kepada klien.
Adanya pemberitahuan atau disclosed kepada debitur dapat memperlancar kegiatan anjak piutang karena jika tidak dilakukan pemberitahuan kepada debitur, kemungkinan debitur tersebut akan bingung atau bahkan dapat ditagih oleh dua pihak yaitu pihak kreditur dan pihak perusahaan anjak piutang.
Anjak Piutang juga diharapakan dapat membantu dalam pemenuhuan sumber dana bagi perusahaan yang akan melakukan ekspansi dengan menjual aset yang dimilikinya berupa piutang serta dapat menngkatkan usaha yang produktif.

3.1. Kesimpulan
Perusahaan anjak piutang merupakan perusahaan yang melakukan pemberian jasa penagihan, pembelian, dan pengelolaan penjualn kredit kliennya agar klien tersebut dapat lebih terfokus pada kegiatan usaha lainnya. Berbagai macam fasilitas yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang semuanya didasari dengan mempertimbangkan faktor risiko piutang yang tidak dapat ditagih atau macet.
Kegiatan anjakn piutang merupakan salah satu sumber dana bagi perusahaan yang memang sedang membutuhkan uang dengan segera yang semua kegiatannya diatur sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku agar tidak merugikan salah satu pihak.
Kegiatan anjak piutang ini juga harus didukung oleh berbagai macam pihak seperti Pemerintah, Lembaga Penjamin Simpanan, dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan anjak piutang agar dapat melahirkan lembaga pembiayaan non bank yang dapat mengembangkan usaha yang lebih produktif.

DAFTAR PUSTAKA

Kasmir,S.E.,M.M.2005.Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.Ed.Revisi 9. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

http://www.depkop.go.id/component/content/article/276-usaha-kecil-takut-pakai-anjak-piutang-pemasok-dibebani-biaya-komisi-25-30-a-biaya-tagih.html

http://www.pajakonline.com/engine/learning/view.php?id=527

http://staff.blog.ui.ac.id/abdul.salam/2008/07/08/anjak-piutang-factoring-bagian-1/

http://www.wikipedia.com

Akuntansi merupakan suatu rangkaian proses pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan informasi ekonomias yang dapat digunakan untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan – pertimbangan yang tepat dan tegas oleh pengguna informasi ekonomis tersebut. Banyak orang yang berfikir bahwa akuntansi merupakan sesuatu yang sulit dan mudah. Sulit karena banyak hal yang harus dipelajari darinya dan mudah memang penggunaan akuntansi sangat fleksibel tergantung dari jenis usaha yang kita laksanakan.

The most of usually, usaha berskala kecil dan menengah sangat jarang menggunakan akuntasni dengan baik, mereka hanya menggunakan ingatan untuk mengadministrasikan semua tentang kegiatan operasionalnya termasuk dengan biaya per unit produk. Karena hanya menggunakan ingatan itulah, banyak lembaga keuangan yang sulit memberikan pinjaman kepada mereka karena laporan kinerja usahanya tidak tersusun dengan rapi.

What the problem? Tidak adanya pelatihan dan penyuluhan kepada usaha kecil menengah membuat mereka tidak mengetahui dengan pasti tentang perkembangan pencatatan administrasi usahanya, bahkan jikalau ada program seperti itu, banyak pengusah kecil dan menengah selalu merasa pintar dan berpengalaman serta tidak mau menerima pengetahuan yang baru.

The Function of Accounting dapat membuat pencatatan perusahan lebih baik. Maksudnya semua informasi yang berhubungan dengan perusahaan dapat diperoleh dengan mudah jika system administrasinya dilaksanakan dengan baik dan benar. Bukan berarti semua hal yang terjadi diperusahaan harus dicatat setiap waktu, tapi yang mempunyai nilai yang cukup materiil lah yang wajib dilakukan pencatatan karena akan merubah kondisi keuangan ataupun kondisi umum perusahaan. Akuntansi ini yang pertama kali harus dilakukan adalah bagaimana kita mengelola dan mengadministrasikan semua perasaan kita dalam hati. Hal ini menjadi penting karena hatilah yang menggerakan kita untuk melakukan pengadministrasian dalam usaha. Dengan hati yang kurang diadministrasikan, kita akan melakukan berbagai macam kesalahan dalam melakukan pemberesah administrasi usaha, bahkan dapat pula kita akan berfikir untuk melakukan hal yang dinamakan dengan “korupsi”. Akuntansi yang sudah diterapkan dalam hati dan diresapi dalam sanubari dengan niat untuk memberikan kemudahan kepada stakeholder untuk membaca laporan usaha akan lebih mudah untuk dikerjakan dalam usaha jika niat kita juga tulus.
Akuntansii tidak hanya dapat memberikan gambaran kinerja sebuah perusahaan dimasa lalu, tapi juga memberikan acuan kepad pihak manajemen untuk melakuakn analisis dan introspeksi terhadap semua kinerjanya selama satu periode kebelakang serta memberikan pelajaran yang penting dimasa yang akan dating. Akuntasni juga memberikan data-data yang memudahkan para kreditor untuk membuat keputusan kreditnya dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitasnya perusahaan dan bagi pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan apa yang dapat diambil untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya serta meningkatkan kesejahteraan penduduknya secara merata dan adil.

Banyak manfaat dan kegiatan akuntansi dalam hidup kita, tapi begitu sangat minimnya kita mengartkan kegiatan itu adalah akuntasni.

Akuntasni sering dikenal dengan istilah pencatatan, memang benar tapi sebenarnya pencatatan merupakan salah satu bagian dari akuntansi sendoro. Perkembanganakuntasni saat ini sering identik dengan sistem koptuterisasinya yang semakin memdahkan penggunaannya. Memangakuntasni itu tidak boleh terlalu sering mengalami perubahan agar setiap perusahaan tidak selalu mengganti metode yang digunakan dan merubah setiap kebijakan akuntansinya.
Akuntasni pada prakteknya hampir tidak sama dengan teori yang dipelajari disekolahan, semua pencatatan dilakukan pada kolom-kolom yang memang dibuuat sesuai dengan kebutuhan, agar pelaporan keuangan perusahaan bisa berjalandengan lancar dan memudahkan dalam pembacaannya.

Usaha mikro, kecil, dan menengah atau yang biasa kita kenal dengan sebutan UMKM merupakan kegiatan andalan dalam perekonomian kerakyatan selain dari koperasi. Sejauh yang penulis ketahui bahwa UMKM merupakan suatu jenis usaha yang dilakukan oleh masyarakat menengah kebawah yang berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga berupaya untuk meningkatkan taraf hidup agar bisa lebih baik dengan menggunakan sumber daya yang ada disekitarnya yang pastinya dengan jumlah yang sangat terbatas. Penulis beranggapan bahwa UMKM ini mungkin saja tumbuh dari jiwa kewirausahaan masyarakat sekitar yang sejalan dengan Intruksi Presiden Nomor 4 tahun 1995 dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat kepeloporan di kalangan generasi muda agar mampu menjadi wiraswasta.
Indonesia yang dikaruniai dengan berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia yang banyak jumlahnya masih tidak dapat memanfaatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan menggunakan UMKM ini. Sebenarnya apa yang salah dalam kegiatan ini?
Hal yang selalu menjadi sorotan mengapa dengan banyaknya UMKM di Indonesia khususnya di Kab. Kuningan masih tidak dapat bisa meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakatnya adalah salah satu faktor produksi yang masih menghambat berjalannya kegiatan UMKM hingga saat ini yaitu keterbatasan modal, pengetahuan tentang usahanya dan keterampilan yang dimiliki oleh para pelaku UMKM itu sendiri. Tapi permasalahan yang selalu menjadi sorotan hanyalah berkisar pada keterbatasan modal. Akibat dari keterbatasan modal hampir semua pelaku UMKM mengalami ketersendatan dalam kegiatan usahanya, solusi yang sedang dilakukan adalah para penyedia jasa keuangan sudah membuat berbagai macam program yang dapat membantu kekurangan modal bagi UMKM dengan berbagai macam ketentuan yang harus dipenuhi. Tapi apakah ini berhasil?
Sejauh yang penulis ketahui, banyak pelaku UMKM yang sangat kesulitan untuk mendapatkan bantuan kredit untuk usahanya. Hal ini disebabkan karena adanya ketentuan yang mengharuskan para pelaku UMKM untuk menyediakan laporan Keuangannya minimal dua tahun kebelakang yang nantinya akan digunakan untuk proses analisis kredit, padahal para pelaku UMKM hampir keseluruhan tidak mempunyai catatan laporan keuangan atas usahanya. Lalu apa yang harus dilakukan?
Kalau kita berfokus kepada modal, hal tersebut tidak akan ada jalan keluarnya. Coba kita alihkan perhatian kita kepada strategi yang dilakukan oleh para pelaku UMKM. Banyak pelaku UMKM yang menggunakan strategi marketingnya dengan cara menurunkan harga produk serendah mungkin agar dapat menarik konsumen untuk membeli produknya. Tapi coba kita perhitungkan dengan margin labanya. Dengan biaya produksi yang sama, pelaku UMKM tersebut hanya akan mendapatkan keuntungan yang sedikit atau malah hanya mendapatkan kembali modal bahkan lebih parah lagi dapat mengalami kerugian. Cara lain yaitu dengan cara menyebarkan berita yang buruk tentang pesaingnya yang dapat menimbulkan kesan yang negative dari para konsumennya. Tidak senang dengan keberhasilan seseorang, begitulah sifat hampir sebagain warga di Kab.Kuningan yang notabene bersuku Sunda, hanya mencari kesalahan dan tidak menjadikannya teladan bagi kegiatan usahanya. Sifat seperti ini bisa kita kelompokan kedalam strategi samudra merah, penuh dengan pertikaian dan berusaha saling menjatuhkan.
Padahal dengan sudut pandang yang lain dan penemuan yang baru berupa Strategi Samudra Biru yang dikemukakan oleh W.Chan Kim dan Renée Mauborgne, yang selalu berusaha untuk menciptakan ruang pasar tanpa pesaing dan membuat kompetisi di pasar tidak lagi relevan yang berfokus kepada inovasi nilai. Ini berarti strategi samudra biru tidak hanya berfokus kepada penggunaan teknologi yang digunakan atau kepada seberapa lama sebuah usaha didirikan, tapi ini berfokus kepada tingkat kepuasan atau manfaat(utilitas), harga dan, posisi biaya yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Dengan penggunaan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threatment) para pelaku UMKM bisa mawas diri terhadap semua kegiatan usahanya dari awal dengan lebih memperhatikan semua stakeholder yang pastinya akan sangat mempengaruhi terhadap baik buruknya kualitas produk yang dihasilkan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pembuatan suatu usaha harus memperhatikan 4P yaitu Product (sesuatu yang akan dijual, bisa barang atau jasa), Price (Harga produk itu akan dijual, disesuaikan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut), Place (tempat yang strategis untuk usaha dan dekat dengan sumber daya), Promotion (usaha untuk memperkenalkan produk untuk meningkatkan penjualan). Selain itu kita juga harus memperhatikan kepuasan setiap konsumen dalam penyusunan strategi yang akan dilakukan dalam kegiatan usaha kita. Menurut W.Chan Kim dan Renée Mauborgne dalam bukunya Blue Ocean Strategy (2008:165) menjelaskan rangkaian strategi samudra biru seperti dibawah ini :

Rangkaian Strategi Samudra Biru diatas menjelaskan bahwa para pelaku UMKM tidak boleh hanya berfokus kepada modal yang dimilikinya tetapi harus juga memperhatikan manfaat yang akan diberikan kepada sasaran konsumennya dengan memperhatikan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat berpengaruh kepada keberlangsungan usahanya.
Selain menentukan rangkaian Strategi samudra Biru diatas, para pelaku UMKM juga harus bisa menganalisis pasar, jangan hanya masuk ke dalam pasar persaingan sempurna dengan tidak memperhatikan langkah apa yang ditempuh untuk bisa bertahan dan menciptakan permintaannya sendiri. Ada kerangka Kerja Empat Langkah yang dapat dilakukan para pelaku UMKM agar produk yang dihasilkan bisa diterima oleh konsumen dan mempunyai nilai yang baru, yaitu ;
Faktor apa saja yang harus dihapuskan dari faktor-faktor yang telah diterima begitu saja oleh industri?
Faktor apa saja yang harus dikurangi hingga dibawah standar industri?
Faktor apa saja yang harus ditingkatkan hingga di atas standar industri?
Faktor apa saja yang belum pernah ditawarkan industri sehingga harus diciptakan?
Selain menerapkan empat langkah diatas semua pelaku UMKM juga harus mempunyai focus terhadap sasaran yang akan dituju dan moto utama yang dapat memperkenalkan produk tersebut dan dapat diterima oleh konsumen dan nonkonsumen.
Dari semua penjelasan yang ada, hal yang tetap menjadi perhatian utama adalah kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Semua pelaku UMKM harus menerapkan pelayanan prima 3A (Attitude,Attention,Action) agar kepuasan konsumen terpenuhi dengan produk yang dimiliki serta konsumen tersebut akan datang kembali kepada kepada perusahaan kita dengan membawa konsumen yang baru, dan citra perusahaan pun dimasyarakat akan terbentuk dengan baik karena promosi yang sangat akurat adalah promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh sesama konsumen.


  • ekonomiwae: bgus kn...???
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.